Latihan kekuatan


Latihan kekuatan merupakan cara bagaimana kita bisa untuk meningkatkan kemampuan otot untuk beraktivitas. latihan kekuatan juga dapat meningkatkan imun tubuh, menurunkan resiko stres, hingga menghindari seseorang dari berbagai gangguan kesehatan

Ada beberapa jenis latihan sederhana yang bisa kita lakukan untuk membentuk kekuatan terutama otot seperti

1. Push Up (melatih kekuatan otot lengan)
Cara melakukan :    
Posisi awal
Badan : tengkurap di atas lantai.
Tangan : tangan dibuka sedikit lebih lebar dari bahu ,kedua telapak tangan di lantai dan tekuk jari ke arah kepala
Kaki : kedua kaki berdekatan dan ujung telapak kaki menjadi tumpuan.

Gerakan
Angkat (up) tubuh menggunakan lengan dan luruskan posisi kepala hingga tumit membentuk posisi “plank (papan)”
Turunkan (push) badan hingga siku membentuk sudut 90 derajat .
Ulangi gerakan setidaknya 5 kali

2. Sit Up (melatih kekuatan otot perut)
Cara melakukan :
Posisi awal
Badan ; berbaring di lantai
Kaki ; tekuk lutut dengan telapak kaki menempel di lantai
Tangan ; letakkan tangan di belakang kepala atau menyilang di dada (tangan di atas bahu)
Pandangan ; ke arah lutut yang di tekuk

Gerakan
Angkat kepala terlebih dahulu, posisi kepala tetap lurus (tidak mendorong ke depan).
Diikuti dengan mengangkat tulang belikat milik anda sendiri.
Angkat tubuh hingga mencapai bentuk sudut 90 derajat.
Tahan sejenak lalu turunkan lagi, lakukan berulang.
Ulangi gerakan setidaknya 5 kali

3. Back Up (melatih kekuatan otot punggung & pinggang)
Cara melakukan
Posisi awal
Badan : tidur tengkurap
Tangan : dibelakang kepala saling berpegangan
Kaki : lurus
Ulangi gerakan setidaknya 5 kali

Gerakan
Dalam posisi tengkurap/telungkup, kedua kaki dirapatkan
Letakkan kedua tangan dibelakan kepala saling berpegangan
Angkatlah badan bagian atas sampai tidak menyentuh lantai dengan posisi kaki masih rapat dan menyentuh lantai
Turunkan kembali badan dengan pelan
Ulangi gerakan setidaknya 5 kali

4. Jumping jacks (melatih kekuatan otot paha)
Cara melakukan :
Posisi awal
Badan : berdiri tegak
Tangan : lurus keatas
Kaki : lurur dilebarkan sejajar lengan

Gerakan:
Angkat tangan di atas kepala dan membukanya lebar-lebar, 
Posisi kaki yang mengangkang. 
Lompat setinggi mungkin. 
Lakukan gerakan ini berulang setidaknya 5 kali.
Share:

Kelebihan dan kelemahan problem based learning

 Kelebihan Penerapan  Problem Based Learning

  1. Dengan Problem Based Learning akan terjadi pembelajarn bermakna. Peserta didik yang belajar memecahkan suatu masalah amaka mereka akan menerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau berusaha mengetahui yang dimilikinya atau berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukan. belajar dapat semakin bermakna dan dapat diperluas ketika peserta didik berhadapan dengan situasi dimana konsep diterapkan
  2. Dalam situasi Problem Based Learning peserta didik mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan
  3. Dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan inisiatif peserta didik dalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok
  4. Menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa.
  5. Meningkatkan motivasi dan aktivitas pembelajaran siswa.
  6. Membantu siswa dalam mentransfer pengetahuan siswa untuk memahami masalah dunia nyata.
  7. Membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan.
  8. Mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru.
  9. Memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.
  10. Mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir.
Kelemahan Penerapan Problem Based Learning

  1. Ketika siswa tidak memiliki niat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencobanya.
  2. Untuk sebagian siswa akan beranggapan bahwa tanpa pemahaman mengenai materi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah mengapa mereka harus berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka akan belajar apa yang mereka ingin pelajari (Sanjaya, 2007).

Share: